Pengetahuan dan Penalaran : Logika Orde Pertama


Logika First Order

First order logic adalah sebuah bahasa formal yang digunakan di ilmu matematika, philosophy, bahasa dan ilmu computer. Disebut juga kalkulus predikat, merupakan logika yang digunakan untuk merepresentasikan masalah yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan proposisi. Logika predikat dapat memberikan representasi fakat-fakta sebagai suatu pernyataan yang mapan (well form). Kalkulus predikat bisa menganalisakan kalimat-kalimat ke dalam subjek dan argumen dalam berbagai cara yang berbeda-beda, yang pada akhirnya kalkulus predikat bisa digunakan untuk memecahkan problem of multiple generality (masalah dalam berbagai keadaan umum) yang telah membingungkan sebagian besar ahli-ahli logika abad pertengahan. Dengan menggunakan logika predikat ini, untuk pertama kalinya, para ahli-ahli logika bisa memberikan quantifier yang cukup umum untuk merepresentasikan semua argumen yang terdapat pada natural language.

Sintak dan semantik logika orde pertama

Syntax pada FOL: Elemen dasar
• Constants KingJohn, 2, NUS,...
• Predicates Brother, >,...
• Functions Sqrt, LeftLegOf,...
• Variables x, y, a, b,...
• Connectives , , , , 
• Equality =
• Quantifiers , 

Kalimat Atom

Atomic sentence = predicate (term1,...,termn) or term1 = term2
Term = function (term1,...,termn) or constant or variable
•Misal:Brother(KingJohn,RichardTheLionheart>(Length(LeftLegOf(Richard)), Length(LeftLegOf(KingJohn)))
12/10/2012
6
First-

Kalimat Komplek

• Kalimat komplek dibuat dari kalimat atommenggunakan konektivitas
S, S1  S2, S1  S2, S1  S2, S1  S2,
Misal: Sibling(KingJohn,Richard)  Sibling(Richard,KingJohn)
>(1,2)  ≤ (1,2)
>(1,2)   >(1,2)

Universal Quantifier

Definisi: Jika suatu ekspresi logika dan x adalah variable, maka jika ingin menentukanbahwa A adalah bernilai benar untuk semua nilai yang dimungkinkan untuk x,maka akan ditulis. Disini  disebut kuantoruniversal, dengan A adalah scope dari kuantor tersebut. Variabel xdisebut terikat (bound) dengan kuantor.

Simbol Universal Quantifier menggantikan kata ‘untuksemua’, ‘untuk seluruh’.Dan digunakan pada pembentukan formula dengan bentuk:
                  (x)  P(x)
(x)  P(x) bernilai benar apabila predikat P(x)bernilai benar. Formula tersebut dapat dibaca sebagai ‘Seluruh x untuk P(x)’ atau ‘Setiap x untuk P(x)’

Contoh:
“Semua Gajah mempunyai belalai”Jika G adalah gajahdan B adalah belalai maka ditulis dalam kuantor universal menjadi , dibaca “Jika x adalah Gajah maka, x mempunyai belalai”.Belum bisa dibuktikan secara predikat karena jumlah gajah bisa banyak bisa sajacuma satu, maka diperluas menjadi , dibaca “Untuk semua x, jika x seekor gajah, maka x mempunyai belalai”.

Existential Quantifier

Definisi: Jika Asuatu ekspresi logika dan x adalah variable, maka jika ingin menentukanbahwa A adalah bernilai benar untuk sekurang-kurangnya satu dari x,maka akan ditulis . Disini  disebut kuantoreksistensial, dengan A adalah scope dari kuantor tersebut. Variabel xdisebut terikat (bound) dengan kuantor.

Simbol Existential Quantifier  menggantikan kata ‘ada’, ‘beberapa’, ‘tidaksemua’, ‘terdapat’.Dan digunakan pada pembentukan formula dengan bentuk:
                  (x)  P(x)
(x)  P(x) bernilai benar apabila ada x yang menyebabkan P(x)bernilai benar. Formula tersebut dapat dibaca sebagai ‘Ada x untuk P(x)’

Transformasi Pernyataan Kedalam FormulaFirst-Order

Langkah-langkahmen-transformasi penyataan kedalam formula First-Order adalah sebagai berikut:
1.      Buat penafsiran mengenaipernyataan tersebut
2.      Tentukan dan deklarasikanpredikat-predikat yang digunakan
3.      Tentukan quantifier yangdiperlukan
Hal yang perludiperhatikan adalah penafsiran atau cara pandang kita dalam menafsirkanpernyataan tersebut. Penafsiran yang berbeda akan menghasilkan  formula yang berbeda. Kadang dalammentransformasikan sebuah pernyataan kedalam formula first-order diperlukanquantifier lebih dari satu.

Pembuktian pada Logika First-Order

Pembuktian LogikaFirst-Order hampir sama dengan pembuktan pada Logika Proposisi. Hanya saja padaLogika First-Order pembuktian menggunakan Aturan Inferensi lebih mungkin untukdilakukan.

Contoh:
Buktikan bahwa “Setiap manusia pasti mati. Sayuti adalahmanusia, Karenanya Sayuti  pasti mati.”
Jawab:
Misal dideklarasikanpredikat berikut:
MAN(x)           :x adalah manusia
MORTAL(x)    :x pasti mati
Maka pernyataan padasoal menjadi:
P1                    :(x) (MAN(x) MORTAL(x))
P2                    :MAN(Sayuti)
Untuk membuktikanbahwa kesimpulan “Sayuti pasti mati”harus dibuktian bahwa MORTAL(Sayuti) adalah konsekuensi logis dari P1dan P2. Maka;
Dilakukan pembuktianlangsung:
P1P2            : (x) (MAN(x) MORTAL(x)) MAN(Sayuti)
Karena              (MAN(x)  MORTAL(x))bernilai Benar untuk semua x maka;
  (MAN(Sayuti)  MORTAL(Sayuti))juga Benar

    (x) (MAN(x)MORTAL(x))
     MAN(Sayuti)
(MAN(Sayuti)MORTAL(Sayuti))

MORTAL(Sayuti)
Premis P1
Premis P2
Langkah 1 dan 2
P1: x Sayuti

Persoalan Logika First-Order dalam AI
Logika First-Order digunakan dalam ilmu IntelejensiBuatan sebagai Representasi Pengetahuan. Persolan yang ada memiliki pernyataanlebih kompleks lagi tapi dapat diselesaikan dengan Pelacakan Terbalik(Backward)

Contoh:
      Diberikanpernyataan sebagai berikut:
1.     Andi adalah seorang mahasiswa
2.     Andi masuk jurusan Informatika
3.     Setiap mahasiswa Informatikapasti mahasiswa Teknik
4.     Kalkulus adalah matakuliah yangsulit
5.     Setiap mahasiswa teknik pastiakan suka kalkulus atau akan membencinya
6.     Setiap mahasiswa pasti akansuka terhadap suatu matakuliah
7.     Mahasiswa yang tidak pernahhadir pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadapmatakuliah tersebut
8.     Andi tidak pernah hadir kuliahmatakuliah kalkulus.
Buktikan Apakah Andi suka matakuliah kalkulus?

Jawab:
Ubah pernyataan menjadi bentuk formula:
1.     Mahasiswa(Andi)
2.     Informatika(Andi)
3.     x: Informatika(x)Teknik(x)
4.     sulit(kalkulus)
5.     x: Teknik(x)suka(x, kalkulus)  benci(x, kalkulus)
6.     x: y: suka(x,y)
7.     x: y: mahasiswa(x)sulit(y)hadir(x,y) suka(x,y)
8.     hadir(Andi,kalkulus)
Pernyataan Apakah Andi suka matakuliah kalkulus = suka(Andi,kalkulus)


ARGUMEN PADA LOGIKA PREDIKAT

Validitas sebuah argumen dapat dibuktikan dengan contoh yang mirip dengan contoh 1. perhatikan contoh argumen berikut:
Contoh 2:
1. Semua mahasiswa pasti pandai
2. Badu seorang mahasiswa
3. Dengan demikian, Badu pandai

Secara nalar, kebanyakkan orang akan menilai bahwa argumen di atas mempunyai validitas yang kuat. Akan tetapi, saat validitas tersebut ingin dibuktikan dengan logika proposisional, ternyata tidak bisa diselesaikan. Pembuktiannya dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur logika proposisional dengan menentukan terlebih dahulu proposisi-proposisinya :
A = Semua mahasiswa pasti pandai
B = Badu seorang mahasiswa
C = Badu pasti pandai
Selanjutnya akan menjadi seperti berikut :

A
B
_____
:. C

Dalam ekspresi logika : (A ˄ B)=>C

Dalam bentuk ekspresi logika diatas, tidak ada hukum-hukum logika proposisional yang dapat digunakan  untuk membuktikan validitas argumen tersebut karena tidak ada yang mampu menghubungkan antara ketiga proposisi yang digunakan diatas. Atau tidak mungkin suatu kesimpulan yang berbeda dapat  dihasilkan dari premis-premis yang berbeda. Dengan kata lain, tidak mungkin suatu kesimpulan berupa C dapat dihasilkan dari premis A dan premis B.
Jika argumen diatas masih ingin dibuktikan dengan logika proposisional, maka kalimatnya harus diperbaiki. Misal seperti berikut:

Contoh 3:
1.       Jika Badu seorang mahasiswa, maka ia pasti pandai
2.       Badu seorang mahasiswa
3.       Dengan demikian, ia pasti pandai

Jika diubah dalam bentuk ekspresi logika :
1.       B=>C     premis 1
2.       B             premis 2
3.       C             kesimpulan

Atau dapat juga ditulis : [(B=>C) ˄ B] => C

Dalam logika proposisional, ekspresi logika diatas sudah benar karena kesimpulan diambil dari premispremis. Persoalan yang terjadi adalah pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mampu menangkap ide pada argumen yang pertama yaitu “Semua mahasiswa pandai”. Ide pada pernyataan tersebut tidak tertangkap pada argumen kedua karena hanya mampu menunjuk seorang mahasiswa yaitu Badu, bukan semua mahasiswa. Persoalan lain juga terjadi, yakni kesulitan menentukan objek. Misalnya orang yang dimaksudkan jika diganti dengan kata ganti orang. Perhatikan pernyataan-pernyataan pada contoh argumen berikut:

Contoh 4:
1.       Jika Badu seorang mahasiswa, maka ia pasti pandai
2.       Dewi seorang mahasiswa
3.       Dengan demikian, ia pasti pandai

http://aditya291296.blogspot.co.id/2017/10/pencarian-berbentuk-heuristik-search.html

Comments

Popular posts from this blog

Genre Game Berbasis AI

Pengenalan Artificial Intelligence (AI)

Kecerdasan Buatan dan Permainan