Pengetahuan dan Penalaran
A.
PENGETAHUAN BERBASIS AGEN
Konsep dasar dari agen berbasis pengetahuan, yakni
mengetahui hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berpikir,
bernalar) mengenai :
- Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya ( imperfect/partial information )
- Tindakan yang paling baik untuk diambil ( best action ) Hal-hal yang harus dipenuhi ketika membuat agen pengetahuan, antara lain:
- Dapat merepresentasikan world, state, action.
- Dapat menerima informasi baru (dan mengupdate representasinya)
- Dapat menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit ( hidden property )
- Dapat menyimpulkan action apa yang perlu diambil.
B.
Logika
Bahasa formal untuk merepresentasikan fakta sedemikian
sehingga. kesimpulan (fakta baru, jawaban) dapat ditarik. Ada banyak metode
inference yang diketahui. Kita bisa membangun agent Wumpus World dengan logika:
memanfaatkan perkembangan logika oleh ahli matematika, filsafat selama ratusan
tahun.
C.
Logika Proposisi
Logika proposisi merupakan ilmu dasar untuk mempelajari
algortima dan logika, yang berperan sangat penting dalam pemrograman. yaitu
bertransaksi atau berhubungan dengan nilai kebenaran atau kesalahan dari sebuah
peryataan atau fakta yang ada di sekitar sekeliling kita.
Sintaks
Sintak sebuah bahasa berhubungan dengan struktur bahasa.
Sebagai contoh, untuk membentuk sebuah kalimat yang valid dalam bahasa kita
memakai struktur: [subyek] + [kata kerja] + [kata benda]. Dengan memakai
struktur ini, kita bisa membentuk kalimat, sebagai contoh: Saya makan nasi.
Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kita harus memenuhi sintak (baca:
aturan struktur bahasa) agar program dapat berjalan. Sebagai contoh, dalam
bahasa BASIC, untuk mengassign sebuah variabel dengan sebuah nilai, kita memakai
operand ‘=’, tetapi kalau dalam Pascal, kita pakai ‘:=’. Contoh dalam BASIC:
a=1, tapi dalam bahasa Pascal, a:=1
Atau jika lebih spesifik lagi sintak dapat diartikan
aturan-aturan peng-code-an struktur suatu bahasa pemograman, ibarat grammar
dalam berbahasa Inggris. Setiap jenis bahasa pemograman mempunyai aturan sintak
yang berbeda.
Semantik
Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintak
dan model komputasi. Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program.
Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintak [subyek] + [kata kerja]
+ [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat. Apabila kita
mengasilkan kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintak.
Tapi, apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintak kalimat ini
sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang
berarti.
Inferensi
Inferensi pada logika proposisi dapat dilakukan dengan
menggunakan resolusi. Metode inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola
penalaran yang digunakan oleh sistem untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode
ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik.
Ekuivalen
Dua atau lebih pernyataan majemuk yang mempunyai nilai
kebenaran sama disebut ekuivalensi logika dengan notasi “ dua buah pernyataan
majemuk dikatakan ekuivalen, jika kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai
kebenaran yang sama untuk semua kemungkinan nilai kebenaran
pernyataan-pernyataan komponen-komponennya.
Validitas
Validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat
ukur yang valid dapat menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat, juga memiliki
kecermatan tinggi. Arti kecermatan disini adalah dapat mendeteksi
perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya.
Dalam pengujian validitas terhadap kuesioner, dibedakan
menjadi 2, yaitu validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur
bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu
dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara
mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan
skor total faktor (total keseluruhan faktor).
Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau
dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara
mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila kita menggunakan
lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara
mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan
mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor (penjumlahan dari
beberapa faktor).
Satisfiabilitas
Sebuah proposisi majemuk dikatakan satisfiable jika ada
minimal satu nilai tabel kebenarannya yang bernilai TRUE (benar), Jika proposisi
majemuk tersebut tidak memiliki nilai TRUE (benar) sama sekali dalam tabel
kebenarannya, maka proposisi majemuk tersebut disebut tidak satisfiable
D.
Pola Penalaran Pada Logika Proses
RESOLUSI
Resolusi merupakan suatu teknik pembuktian yang lebih efisien,
sebab fakta-fakta yang akan dioperasikan terlebih dahulu dibawa ke bentuk
standar yang sering disebut dengan nama klausa. Pembuktian suatu pernyataan
menggunakan resolusi ini dilakukan dengan cara menegasikan pernyataan tersebut,
kemudian dicari kontradiksinya dari pernyataan-pernyataan yang sudah ada.
Resolusi adalah suatu aturan untuk melakukan inferensi yang
dapat berjalan secara efisien dalam suatu bentuk khusus conjunctive normal form
(CNF). Pada logika proposisi, prosedur untuk membuktikan proposisi P dengan
beberapa aksioma F yang telah diketahui, dengan menggunakan resolusi.
Algoritma resolusi :
Konversikan semua proposisi F ke bentuk CNF.
Negasikan P, dan konversikan hasil negasi tersebut ke bentuk
klausa. Tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada pada langkah 1.
Kerjakan hingga terjadi kontradiksi atau proses tidak
mengalami kemajuan :
Seleksi 2 klausa sebagai klausa parent.
Bandingkan (resolve) secara bersama-sama. Klausa hasil
resolve tersebut dinamakan resolvent. Jika ada pasangan literal L dan ¬L,
eliminir dari resolvent.
Jika resolvent berupa klausa kosong, maka ditemukan
kontradiksi. Jika tidak, tambahkan ke himpunan klausa yang telah ada.
BACKWARD CHAINING
Merupakan kebalikan dari forward chaining dimana mulai
dengan sebuah hipotesa (sebuah objek) dan meminta informasi untuk meyakinkan
atau mengabaikan. Backward chaining inference engine sering disebut:
‘Object-Driven/Goal-Driven‘.
FORWARD CHAINING
Kadang disebut:data-driven karena inference engine
menggunakan informasi yang ditentukan oleh user untuk memindahkan ke seluruh
jaringan dari logika ‘AND’ dan ‘OR’ sampai sebuah terminal ditentukan sebagai
objek. Bila inference engine tidak dapat menentukan objek maka akan meminta
informasi lain. Aturan (Rule) di mana menentukan objek, membentuk path
(lintasan) yang mengarah ke objek. Oleh karena itu, hanya satu cara untuk
mencapai satu objek adalah memenuhi semua aturan.
E. Inferensi Proposisi yang efektif
Backtracking
Algoritma backtracking merupakan salah satu metode pemecahan
masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis pencarian pada ruang status.
Algoritma backtracking bekerja secara rekursif dan melakukan pencarian solusi
persoalan secara sistematis pada semua kemungkinan solusi yang ada. Oleh karena
algoritma ini berbasis pada algoritma Depth-First Search (DFS), maka pencarian
solusi dilakukan dengan menelusuri struktur berbentuk pohon berakar secara
preorder. Algoritma backtracking merupakan bentuk tipikal dari algoritma
rekursif.Saat ini algoritma backtracking banyak diterapkan untuk program games
(seperti permainan tic-tac-toe, menemukan jalan keluar dalam sebuah labirin,
catur, dll) dan masalah-masalah pada bidang kecerdasan buatan (artificial
intelligence).
F. Agen Berbasis Logika Proposisi
Agen logika merupakan agen yang memiliki kemampuan bernalar
secara logika. Ketika beberapa solusi tidak secara eksplisit diketahui, maka
diperlukan suatu agen berbasis logika. Logika sebagai Bahasa Representasi
Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan fakta sedemikian
sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru, jawaban). Perbedaan dua agen,
problem solving agen dan knowledge-based agen :
- Problem Solving Agent : memilih solusi diantara kemungkinan yang ada. Apa yang ia “ketahui” tentang dunia, pengetahuannya tidak berkembang untuk mencapai problem solution.
- Knowledge-based Agent : lebih “pintar”. Ia “mengetahui hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berfikir, bernalar) mengenai :
- Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya
- Tindakan yang paling baik untuk diambil
http://kadekdimas.blogspot.co.id/2015/12/algoritma-backtraking.html
http://divtor.blogspot.co.id/2016/10/logical-agent-m3.html
http://slametgo-blog.blogspot.co.id/2016/01/resolusi-logika-proposisi.html
https://melkianusbenusu.wordpress.com/category/logika-informatika/
http://qmc.binus.ac.id/2014/11/01/u-j-i-v-a-l-i-d-i-t-a-s-d-a-n-u-j-i-r-e-l-i-a-b-i-l-i-t-a-s/
https://irfanfahmisite.wordpress.com/2016/10/09/pengertian-dan-contoh-ekuivalensi/
http://umardanny.com/pengertian-metode-forward-dan-backward-chaining-sistem-pakar/
http://dokumenkul-dodiksriyanto.blogspot.co.id/2014/01/perbedaan-sintak-semantik-dan-logika.html
http://divtor.blogspot.co.id/2016/10/logical-agent-m3.html
http://slametgo-blog.blogspot.co.id/2016/01/resolusi-logika-proposisi.html
https://melkianusbenusu.wordpress.com/category/logika-informatika/
http://qmc.binus.ac.id/2014/11/01/u-j-i-v-a-l-i-d-i-t-a-s-d-a-n-u-j-i-r-e-l-i-a-b-i-l-i-t-a-s/
https://irfanfahmisite.wordpress.com/2016/10/09/pengertian-dan-contoh-ekuivalensi/
http://umardanny.com/pengertian-metode-forward-dan-backward-chaining-sistem-pakar/
http://dokumenkul-dodiksriyanto.blogspot.co.id/2014/01/perbedaan-sintak-semantik-dan-logika.html
http://vanzlife.blogspot.co.id/2017/10/pengetahuan-dan-penalaran.html
Comments
Post a Comment